Ku Kemas Luka Bersama Titik Hujan di Ujung Senja

 Bismillah...





aku melewati kehingar bingaran kota ini....
tapi rasaku mati....
semua senyap....sekalipun itu tidak gelap...

menikmati lampu - lampu kota..
menyusun penglihatan dari jauh mata memandang...
.........................................

dalamnya perasaan ini, 
halusnya jujur ini...tak mengerti seperti apa hati itu berbentuk saat ini,
selalu sepi...
tapi sungguh ternikmati setiap inci yang tiada dipeduli...

keindahan di atas keacuhan...
karena itulah bahasa diam lebih indah
ketika pengorbanan adalah keikhlasan sebagai tujuan, 


keindahan LUKA itu...
hanya dimilikki oleh "pencinta sejati"..

karena para pencinta sejati,
hanya mengenal "memberi.."
ia yg menciptakan "perasaan" itu...dengan empati dan simpati...

LUKA itu hanya kepunyaan yg benar - benar memahami...
karena pecundang adalah ia yg selalu takut terluka ketika ia maukan CINTA...
tak mampu bait puisi ku rakit...
ku rangkai seperti hari kemarin,
Hari inibukanlah berbeda  dengan sakit yang dulu pernah ada.....

Tapi CINTA,

Bukankah ia yang mengerti dari sebuah kata “ Pengertian” itu sendiri?
Aku diam bukan bisu....
Karena ketulusan selalu hadiahkan..
Rasa yang terdalam...
Dari keindahan TUHAN yang Maha Tahu... atas segala perjuangan untuk kebahagiaan seseorang...

Insya Allah,

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

MY LIFE

MY LIFE

Popular Posts