Teringat kembali status yang pernah dinyatakan oleh salah satu teman dunia maya ...
“kita memaafkan kesalahan orang pada kita, bukan karena kita mau dan sudah bisa memaafkannya, tapi kita memberikan maaf padanya adalah hanya karena Allah saja”
Yah, memaafkan itu jauh lebih sulit ketika kita bandingkan dengan meminta maaf, mudah saja kita membuat kesalahan terhadap orang lain, namun sadarkah kita juga? Bahwa kita telah mendzalimi mereka? Memaafkan adalah hal yang paling sulit, tapi kesanggupannya yang karena Allah menjadi tujuan utama, keikhlasan atas mengharapkan RidhaNYA maka kemuliaanlah baginya,
Allah berfirman :
“Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia”
(QS. Asy-Syuura: 43)
Rasulullah juga bersabda :
“Wahai Uqbah, bagaimana jika kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Hendaklah engkau menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang tidak mau memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzalimimu.”
(HR.Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baghawy).
*****************************************************************
Cinta itu rentan dengan kelukaan, pengkhianatan bagi setiap pelakunya, yang dapat bertahan adalah mereka yang sungguh memiliki jiwa yang besar,
Karena ....
CINTA...
cinta itu tidak dan bukan tumbuh dengan lamanya waktu...
tidak tertuai indah karena ada kesamaan diantaranya...
namun cinta tumbuh karena ada kecocokkan...
saling melengkapi..
dan ia kuat karena ia tertanam dengan pengertian...satu sama lain...
ia bertahan karena ada pengorbanan untuk tidak egois...
tercerai berainya..
bukan karena CINTA itu sudah tidak ada,
namun ia hilang karena ia tak pernah dipedulikan...dan dijaga..,
****************************************************************
hatiku ibarat kaca... semua telah hancur tak berupa...
ku satukan meski tak sempurna...
untuk membagi yg terbaik untukmu dan baginya...
dan kini.... tanpa rasa kau remukkan....
bias sisa yg tak berwarna...
sungguh .. dimana indahmu ?
ataukah yg mengindahkan smua ini...
adalah pengertian dan kekuatanku dariNYA?
Aku faham, merangkai kaca yang pecah menjadi utuh itu adalah benda yang mustahil untuk disempurnakan tanpa kecacatannya. Namun biarlah tanda retak itu menjadi satu bukti kekuatan kita bahwa dalam ujian pun ada kenikmatan-NYA. Pelajaran ( ibrah ) yang bertambah menjadikan kita kuat ke depannya.
Allah tidak pernah menciptakan sesuatu hal dan peristiwa tanpa ada hikmah di sebaliknya,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar